Selasa, 15 April 2014

karangan non ilmiah, karangan ilmiah dan metode penelitian

KARANGAN ILMIAH


Karangan ilmiah adalah suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

Cirri – cirri karangan ilmiah :

1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Jenis – jenis karangan ilmiah :

1.      Skripsi
adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2.      Tesis
adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3.      Disertasi
adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Contoh karangan ilmiah :


KARANGAN NON ILMIAH

Karangan non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karangan non-ilmiah :

  • ·         ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • ·         fakta yang disimpulkan subyektif,
  • ·         gaya bahasa konotatif dan populer,
  • ·         tidak memuat hipotesis,
  • ·         penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • ·         bersifat imajinatif,
  • ·         situasi didramatisir,
  • ·         bersifat persuasif.
  • ·         tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis yang termasuk karangan non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

Contoh karangan non ilmiah :


METODE ILMIAH

Metode ilmiah merupakan suatu prosedur atau urutan langkah yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah. Metode ilmiah juga dapat didefinisikan sebagai cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran (Almadk ,1939). Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. (wikipedia)

Tujuan Metode Ilmiah :

1.      Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis, menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip yang ada.
2.      Untuk mengorganisasikan fakta
3.      Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
4.      Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
5.      Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.

Langkah-langkah Metode Ilmiah :

1. Perumusan masalah
Pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan factor-faktor yang terkait di dalamnya.
2. Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai factor yang saling mengikat dan membentuk konstelasi permaslahan. Disusun secara rasional berdasrakan premis-premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor  empiris yang relefan dengan permasalahannya.
3. Perumusan hipotesis
Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
4. Pengujian hipotesis
Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
5. Penarikan kesimpulan
Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Dan sebaliknya sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak.

Senin, 24 Maret 2014

Pengertian Penalaran, Deduktif dan Induktif



PENALARAN, PENALARAN DEDUKTIF DAN PENALARAN INDUKTIF

Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan Indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Cirri – cirinya :
  • Dilakukan dengan sadar
  • Didasarkan oleh sesuatu yang sudah diketahui
  • Sistematis
  • Berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu
  • Sifat analitik dari proses berpikirnya, sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu.

Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal  yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik.
Ciri ciri penalaran deduktif 
  •  Dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 
  •  Kalimat utama terletak diawal paragraf dan selanjutnya dibarengi oleh beberapa kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.

 Contoh:
Masyarakat indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)
dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup komsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial .

Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat. Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.
Ciri-ciri penalaran induktif 
  •  Menyebutkan peristiwa " khusus "
  • Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus
  •  Kesimpulan terdapat diakhir paragraf 
contoh penalaran induktif adalah :
Premis 1 :
Ayam punya mata
Premis 2 :
Kucing punya mata
Premis 3 : Bebek punya mata
Premis 4 : Kuda
punya mata
Konklusi : setiap hewan punya mata


Sumber :

Minggu, 10 November 2013

Perilaku Konsumen

PERILAKU KONSUMEN




Konsumen adalah  setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain.
            Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasan mereka. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu:

·         Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, pengaruh situasi, dan kelompok referensi. Kelompok referensi sendiri merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.

·         Faktor Internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, pembentukan sikap, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.

Contoh Eksternal :
Saya punya sahabat namanya ami dia itu suka banget sama sepatu. Hampir semua model sepatu dia punya apalagi setiap ada sepatu yang lagi trend pasti dia beli. Faktor ami beli sepatu itu adalah mengikuti  trend yang ada di sekitarnya atau pengaruh situasi.

Contoh Internal :
Saya punya temen namanya eka, eka itu suka banget tuh sama hal-hal yang berbau korea kaya film, musik k-pop dll yang berbau dengan korea. Faktor eka munyukai korea adalah dari faktor internal yaitu persepsi.

Contoh Lainnya :
Saya suka banget sama sepatu hal-hal yang berbau sepatu itu saya suka. Saya suka banget sama sepatu-sepatu seperti flat shoes, boots dll. Kenapa saya suka banget sepatu karna menurun saya sepatu itu menarik keren apalagi sepatu yang lagi trend sekarang saya suka banget. Faktor yang mempengaruhi pembelian sepatu adalah faktor eksternal dan internal yaitu pengaruh situasi dan persepsi.

Minggu, 20 Oktober 2013

Kebiasaan Teman



Kebiasaan Teman

Saya Tiara, kebiasaan saya itu suka dengerin musik sambil nyanyi teriak-teriak gitu kalo lagi bete, saya juga suka kok belanja baju, tas, sepatu itu juga kalo lagi punya duit, tapi dari ketiga barang itu yang paling saya suka yah sepatu soalnya sepatu itu kereen! Hobi saya itu nyanyi sama nonton film-film action abis keren sih film action. Saya paling ngga bisa klo ngga pegang hp soalnya hp udah jadi kebutuhan lahir dan batin buat saya, saya juga suka ngumpul bareng sahabat-sahabat saya gak tau kenapa kalo lagi ngumpul atau bareng-bareng sama mereka hidup berasa nikmat, seneng bahagia deh pokoknya dan kebiasaan saya yang paling jelek itu males buat ngapa-ngapain gak tau kenapa bisa begitu saya juga bingung.
Teman 1
Yang pertama itu yah siti aminah, Dia itu paling suka sama yang namanya main atau gak ngumpul bareng temen-temen sehari aja dia ngga main itu gak bisa soalnya udah jadi kebiasaannya dia, ami juga suka banget tuh sama yang namanya fashion tapi dia lebih suka  ngoleksi tas sama sepatu  dia juga sama kaya saya paling suka sama yang namanya sepatu soalnya sepatu itu kalo menurut dia barang yang paling menunjang dan asik buat fashion dan aminah itu paling gak bisa hidup tanpa hp.
Teman 2
Yang kedua itu syifa, Syifa itu paling suka sama yang namanya belanja apalgi kalo lagi ada diskon pasti langsung dia beli tapi itu juga kalo dia suka sama barangnya, ipeh juga suka tuh yang namanya hunting foto soalnya dia suka sama dunia fotograpy terlebih badannya ipeh mendukung kaya model-model gitu dan kebiasaanya iepeh tuh suka ngomelin gw sama aminah kalo belum ngerjain tugas atau males ngerjain tugas.
Teman 3
Yang ketiga itu arta, Arta itu kebiasannya suka banget yang namanya ngecengin orang paling seneng banget dia klo negeliat orang susah, dia itu suka sama yang namanya belanja tapi belanjanya dia selalu di distro biasa orang kaya, dia juga suka yang namanya jalan-jalan sama hunting-hunting foto.

Teman 4
Yang keempat itu asti tapi klo biasa dipanggil troy, Troy itu kebiasaanya suka gak jelas apalagi kalo lagi cerita suka gak nyambung gitu, kebiasaanya troy suka pake jepitab kecil di kepala yang cuma nempel doang kaya pajangan, troy paling suka sama film dan apapun itu yang berbau dengan korea.